Kamis, 18 Juni 2015

Guru(ku)


Sumber: http://nasional.news.viva.co.id
 
Oleh: Nikodemus Niko

“Ibu senang kau berada disana”, ujarnya melalui pesan teks di App. Blacberry Massanger-ku.
Pesan itu membuatku tersentak kaget, bagaimana tidak? Ia mengomentari foto yang kujadikan display picture—fotoku sedang berpose berada di sebuah universitas termasyur di Indonesia. Iya, disanalah aku mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi Master.
“Terima kasih, Bu. Siapa dulu dong Ibu Gurunya!”, balasku sembari menyisipkan emoticon *smile* pada akhir kalimatku.
“Ah, kamu. Ya tidak lah, itu karena kamu yang hebat”, dia malah memujiku. Yah, begitu lah sewajarnya seorang guru. Tidak mau mengakui bahwa siswanya hebat bukan lah karenanya. Bahkan dia tak mengakui bahwa aku mengenal mengenal ilmu karenanya.
Guru. Begitulah kebanyakan orang kenal namanya. Bagiku, seorang guru bukan saja mereka yang berada di kelas dan mengajariku teori-teori yang tak jarang aku tak mengerti. Namun guru lebih dari pada mereka yang memberikan arti sebuah kehidupan—termasuk ayah dan ibu yang merupakan guru utama dalam hidupku.

Kamis, 26 Februari 2015

Deru Haru Sang ‘Prastya Mandala’









Oleh: Nico Ajah
Cinta itu terkadang bermula di awal cerita.
Bukan untuk kali ini, saat cerita itu berada di akhir kisah.
Bukankah seharusnya demikian?
Cerita itu—antara jarak yang menenggelamkan rindu dalam kenangan—kini.
Tidak! Bahkan hingga detik ini pun cerita itu masih tetap saja abadi—terngiang, menari di pelupuk mata.

Cerita yang hampir Terlupakan




Lama....
Lama sekali aku tidak lagi memikirkannya.
Namun, seketika aku merindukan segala tentangnya. Candanya, saat dia mencubit hidungku hingga memerah bagai kepiting rebus.
Senyumnya, pagi itu, mataku mengekor sekedar untuk mencuri senyuman terindahnya. Pelukan hangatnya yang selalu selimuti kulitku,

Senin, 23 Februari 2015

Berlian di Ujung Negeri


Oleh: Nikodemus Niko

Perbatasan Jagoi Babang Sebagai Beranda Negara                                               
Perbatasan negara merupakan manifestasi utama kedaulatan wilayah suatu negara. Wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) umumnya jauh dari jangkauan modal sehingga kondisinya tertinggal dalam berbagai hal dibandingkan wilayah lain. Keadaan ekonomi yang tertinggal di wilayah perbatasan bukanlah situasi yang sangat khusus, karena keadaan serupa dapat ditemui di daerah lain yang bukan perbatasan. Namun wilayah perbatasan mempunyai arti penting tersendiri.

Uang Kuliah Tunggal: Ribet


Oleh: Nikodemus Niko


Katanya biaya pendidikan saat ini paling murah, tapi masih banyak yang hanya mampu ‘berkhayal’ untuk kuliah.
Kalimat tersebut menjadi pengantar singkat tulisan ini. Kalimat singkat itu muncul dalam benak saya, saat saya teringat dengan adik dari salah satu teman saya. Ia adalah salah satu calon mahasiswa di Universitas Tanjungpura tahun 2013 lalu. Saat itu dia dinyatakan lulus test di Fakultas MIPA. Tetapi saat mendaftar ulang, biaya yang harus dibayarkan cukup fantastis bagi dia yang orang tuanya hanya seorang buruh tani. Dia menangis penuh uraian air mata saat bercerita dengan saya, sehingga mau tidak mau dia harus mendekam impiannya untuk bisa kuliah di Universitas yang cukup ternama di Kalimantan Barat ini.

Rabu, 03 Desember 2014

Stop Stigma ODHA




Oleh: Nico Ajah
HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan dua hal yang terpisah secara definisi, namun merupakan satu-kesatuan. HIV merupakan virus yang dapat menyebar melalui darah, sedangkan AIDS adalah menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat dari HIV. Banyak orang menyebutkan bahwa HIV dan AIDS itu sebuah penyakit yang menjijikkan, padahal pemikiran itu tidak benar. Mari jauhkan pemikiran kita tentang hal tersebut, karena secara tidak langsung sudah men-stigma pengidap HIV itu sendiri. HIV dan AIDS bukan lah suatu penyakit fisik yang nampak, karena bisa saja berbagai penyakit oportunistik dapat timbul akibat HIV dan AIDS ini. Seseorang yang terinfeksi HIV positif tidak secara langsung mengalami AIDS, sebab masa inkubasi dari HIV menjadi AIDS sekitar 5-10 tahun. Dengan obat-obatan antiretroviral (ARV) bisa saja memperlambat kerusakan yang diakibatkan HIV pada sistem kekebalan tubuh dan hal ini dapat menunda awal terjadinya AIDS.

Senin, 01 Desember 2014

Mahkota Untuk Ayah dan Ibu



By: Nikodemus Niko

27 November 2014
Hari ini adalah hari dimana aku sangat bangga mengenakan mahkota bertali emas ini. Yah, hari ini adalah hari wisuda ku yang pertama kali aku rasakan seumur hidupku. Hari pertama kali aku mengenakan mahkota yang sangat mahal, toga. Dan hari pertama pula untuk ayah dan ibu menghadiri acara sakral ini.