Asap: Musuh Siapa? Rakyat-Negara
Tiga
anak SD dari Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat turut diundang dalam acara show
Hitam Putih, di salah satu stasiun tv nasional saat darurat asap di Kalimantan,
dengan tagline acara “Melawan Asap”. Disatu
sisi saya pribadi merasa bangga dengan kehadiran tiga bocah cilik yang berasal
dari Kabupaten daerah asal saya itu. Mereka layak mendapatkan apresiasi. Namun sayang sekali
tidak menghadirkan anak-anak yang berasal dari Riau, karena asap parah juga
melanda di wilayah Sumatera sana, sangat disayangkan.
Terlepas
dari itu, masalah asap yang kian parah di Kalimantan sudah menjadi konsumsi
tahunan bagi masyarakat setiap menjelang musim kemarau. Mengapa kehebohan itu
memuncak di tahun 2015 ini? Setiap siang dan malam masyarakat menghirup udara
tidak sehat, beraktifitas bahkan saat tidur pun menghirup asap. Berbagai macam
solusi tentu sudah diluncurkan pemerintah dan presiden, namun apa nyata nya:
Menko Polhukam menyatakan bahwa “bencana asap tidak perlu dijadikan bencana
nasional”, kemudian ditambah lagi pernyataan Menteri Kesehatan yang menyatakan
bahwa “asap belum berbahaya dan maskernya cukup biasa saja, toh ini belum
bencana luar biasa”. Dimanakah mata para petinggi negeri ini? Bagaimana bisa
pernyataan sekelas menteri dapat menyakitkan hati rakyatnya yang sedang di
rundung duka. Iya, ibu pertiwi sedang menangis pilu saat ini, tetapi bisa-bisanya
lagi pernyataan sekelas menteri justru ingin merobek-robek hati rakyat kecil.

