Minggu, 15 Juni 2014

Topeng Pers dibalik Pesta Politik 2014



Oleh: Nikodemus Niko
Mahasiswa Sosiologi Untan

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran merupakan dua instrumen payung bagi produk jurnalistik, baik media cetak maupun elektronik. Seiring perkembangan teknologi informasi, media massa juga turut mengalami perkembangan yang pesat. Tak hanya media mainstream, media sosial juga menjadi salah satu bentuk revolusi media informasi. Di abad ke-21 ini salah satu ruang bisnis yang cukup menjanjikan adalah bisnis media berbasis teknologi informasi. Sehingga ada tren, pengusaha dan politikus memilih menjalin kerja sama yang saling menguntungkan bagi keduanya. Bahkan tak jarang pengusaha terjun dalam dunia politik.

“Rumah Gerobak di Pontianak”



Oleh: Nikodemus Niko
Mahasiswa Sosiologi Untan

Aku sangat menyukai berjalan kaki, karena dengan berjalan kaki aku dapat menemukan berjuta inspirasi yang tidak terduga. Seperti malam ini, di penghujung jalan Teuku Umar Pontianak, mataku tertuju pada dua orang laki-laki yang tidak aku kenal siapa namanya. Langkahku semakin dekat dengan kedua sosok itu. Seorang lelaki tua berkemeja warna hijau yang terlihat sudah usang dan kumal, mengenanakan celana panjang yang cukup terlihat kumuh, ia berumur sekitar 50-an tahun. Laki-laki tua itu bersama seorang anak laki-laki dengan mengenakan kaos dan celana biasa, ia berumur sekitar 9 tahunan. Dan aku yakin mereka adalah seorang ayah dan anak.

Model Approach Welfare as Solutions Poverty Problem in the Border Area Indonesia-Malaysia (Entikong) West Kalimantan



ABSTACT


Niko, Nikodemus. 2013. Model Approach Welfare as Solutions Poverty Problem in the Border Area Indonesia-Malaysia (Entikong) West Kalimantan. Research. The Faculty of Social and Political Science University Tanjungpura Pontianak.
This research aims to find a solution in addressing the poverty that exists in the region of West Kalimantan. Through study on the cause of poverty in society, the border Entikong natural researchers formulate problems, namely how their model approach welfare as a solution in dealing with the problem of poverty in the border area border Indonesia-Malaysia (Entikong) West Kalimantan.
The method is applicable in a Method of Descriptive with the form of research Qualitative. An approach that is used is the approach Phenomenology. Data resources in this research is people in the border area indonesia-malaysia (Entikong) West Kalimantan. The main data collection instrument in this study is the researchers themselves as key instruments.
Based on the research community life in the border area Entikong which are poor and do not have good, accessibility generally is strongly influenced by the social conditions economy in Malaysia. In research is found a model approach to overcome the poverty that occurs in the border area Entikong, that is a model of an approach to welfare.

Keywords: Model Approach Welfare, Poverty and the Border Region.

KARYA TULIS ILMIAH



STRATEGI IMPLEMENTASI PANCASILA SEBAGAI PILAR BANGSA DALAM MEMBANGUN JIWA NASIONALISME MELALUI PENDEKATAN HUMAN DEVELOPMENT (PEMBANGUNAN MANUSIA) DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA (ENTIKONG)
KALIMANTAN BARAT



Oleh:
NIKODEMUS NIKO
Nim: E51110071
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Tanjungpura
Pontianak

PROVINSI KALIMANTAN BARAT
TAHUN 2013

Minggu, 25 Mei 2014

Goresan tanpa judul #3



Menyambut pagiku. Menyingkapkan tirai jendela hati ini. Hening, damai. Keadaan kini telah berbeda, aku kini mencoba untuk izinkan seseorang tuk mengisi kekosongan hatiku, sudah lama aku berharap tuk dapat menggores cerita cinta lagi meski tak lagi dapat tuk menyambung cerita lama.


Tak dapat aku pungkiri. Memulai menjalani cerita cinta bersamanya kini, aku selalu terbayang peristiwa masa lalu. Entahlah, mungkin ini hanya perasaan aku yang masih belum sepenuhnya melupakan masa lalu. Dia yang dulu selalu menyita banyak ruang di otakku, dan aku pun tak tahu harus berapa lama lagi aku merasakan rasa sakit yang terpendam jauh di lubuk hatiku yang terdalam. Dia seperti cahaya yang selalu mampir di kala mentari mulai menyapaku, dan membuatku terus mengingat tentang dalam benakku. Mungkin ini merupakan kisah cinta kami yang layak ku simpan dalam memori otakku. Yah, memang begitu. Namun, kini aku telah temukan dia yang aku harapkan selalu menjadi alasan di tiap senyumku.
Untuk masa lalu. Aku memang tak boleh menyalahkan siapapun, bila aku harus menyalahkan seseorang, pasti yang pertama itu adalah Diriku sendiri. Aku tak bisa menyalahkan Tuhan maupun engkau yang kini telah menjadi kenangan, aku tahu Tuhan mempertemukan kami itu pasti ada hikmahnya. Mungkin memang bukan dia yang terbaik, dan kini Tuhan mempertemukan ku dengan seseorang yang bisa terima aku apa adanya. Aku hanya berharap tak akan mengulang kembali kesalahan di masa lalu.
‘Mantan’ bukanlah sampah, namun sosok yang pernah menjadi seseorang paling spesial dalam hidup. Tanpanya mungkin kita tak tau rasanya sakit hati. Walaupun tak meninggalkan bekas luka, namun termasuk ke dalam sakit yang sulit diobati. Tanpa adanya mantan, mungkin tidak bisa menciptakan kenangan-kenangan yang masih dikenang sampai saat ini.

Goresan Tanpa Judul #2



Malam masih saja bercerita tentangmu. Aku hanya berdiam diri, menjadi pendengar setianya. Melalui foto-foto tentangmu, malam mulai menertawakan aku yang sesekali meneteskan air mata. Entahlah, aku juga tidak mengerti rasa hati ini. Yang aku rasakan hanya getar rindu itu yang kini mulai menyiksa hati. Membawa jiwa sepi ini menerawang jauh bersama angan dan kenangan yang dulu pernah tercipta. Semua terlalu cepat direnggut oleh waktu, hingga ku mencoba untuk membenci malam yang selalu mengusikku dengan rindu yang tetap saja masih untukmu.

Goresan Tanpa Judul #1



Hingga kini aku masih saja merindukan mu. Aku masih menyimpan foto-foto tentang mu. Meski aku kehilangan kamu dan cinta kamu, tapi aku masih miliki kenangan yang tak ingin aku hapus dalam setiap detak jantung ini. Aku akan selalu mengingatmu dalam mimpiku, dan aku akan selalu menyelipkan namamu dalam setiap do’a kecilku untuk Tuhan. Aku hanya berharap kamu akan selalu bahagia, bersama siapapun kamu kini.