Selamat membaca tulisanku....
About Me
Aku adalah manusia biasa yang masih belajar menulis dari jalanan.
Mulai tahun 2020, aku akan buat ulasan-ulasan tentang paper ilmiah dengan bahasa santai.
Selamat membaca...
Minggu, 25 Mei 2014
Goresan tanpa judul #3
Menyambut pagiku. Menyingkapkan tirai jendela hati ini. Hening, damai. Keadaan kini telah berbeda, aku kini mencoba untuk izinkan seseorang tuk mengisi kekosongan hatiku, sudah lama aku berharap tuk dapat menggores cerita cinta lagi meski tak lagi dapat tuk menyambung cerita lama.
Tak dapat aku pungkiri. Memulai menjalani cerita cinta bersamanya kini, aku selalu terbayang peristiwa masa lalu. Entahlah, mungkin ini hanya perasaan aku yang masih belum sepenuhnya melupakan masa lalu. Dia yang dulu selalu menyita banyak ruang di otakku, dan aku pun tak tahu harus berapa lama lagi aku merasakan rasa sakit yang terpendam jauh di lubuk hatiku yang terdalam. Dia seperti cahaya yang selalu mampir di kala mentari mulai menyapaku, dan membuatku terus mengingat tentang dalam benakku. Mungkin ini merupakan kisah cinta kami yang layak ku simpan dalam memori otakku. Yah, memang begitu. Namun, kini aku telah temukan dia yang aku harapkan selalu menjadi alasan di tiap senyumku.
Untuk masa lalu. Aku memang tak boleh menyalahkan siapapun, bila aku harus menyalahkan seseorang, pasti yang pertama itu adalah Diriku sendiri. Aku tak bisa menyalahkan Tuhan maupun engkau yang kini telah menjadi kenangan, aku tahu Tuhan mempertemukan kami itu pasti ada hikmahnya. Mungkin memang bukan dia yang terbaik, dan kini Tuhan mempertemukan ku dengan seseorang yang bisa terima aku apa adanya. Aku hanya berharap tak akan mengulang kembali kesalahan di masa lalu.
‘Mantan’ bukanlah sampah, namun sosok yang pernah menjadi seseorang paling spesial dalam hidup. Tanpanya mungkin kita tak tau rasanya sakit hati. Walaupun tak meninggalkan bekas luka, namun termasuk ke dalam sakit yang sulit diobati. Tanpa adanya mantan, mungkin tidak bisa menciptakan kenangan-kenangan yang masih dikenang sampai saat ini.
Goresan Tanpa Judul #2
Malam masih saja
bercerita tentangmu. Aku hanya berdiam diri, menjadi pendengar setianya.
Melalui foto-foto tentangmu, malam mulai menertawakan aku yang sesekali
meneteskan air mata. Entahlah, aku juga tidak mengerti rasa hati ini. Yang aku
rasakan hanya getar rindu itu yang kini mulai menyiksa hati. Membawa jiwa sepi
ini menerawang jauh bersama angan dan kenangan yang dulu pernah tercipta. Semua
terlalu cepat direnggut oleh waktu, hingga ku mencoba untuk membenci malam yang
selalu mengusikku dengan rindu yang tetap saja masih untukmu.
Goresan Tanpa Judul #1
Hingga kini aku masih
saja merindukan mu. Aku masih menyimpan foto-foto tentang mu. Meski aku
kehilangan kamu dan cinta kamu, tapi aku masih miliki kenangan yang tak ingin
aku hapus dalam setiap detak jantung ini. Aku akan selalu mengingatmu dalam
mimpiku, dan aku akan selalu menyelipkan namamu dalam setiap do’a kecilku untuk
Tuhan. Aku hanya berharap kamu akan selalu bahagia, bersama siapapun kamu kini.
Rabu, 16 April 2014
Memahami Kemiskinan Perempuan di Kota Pontianak
Oleh:
Nikodemus Niko
Tidak
mudah untuk memahami kompleksitas kemiskinan perempuan yang sesungguhnya.
Membahas mengenai perempuan dan kemiskinan tidak terlepas dari kehidupan di
kota-kota besar. Perempuan sebagai bagian dari komunitas kaum miskin merupakan
pelaku sekaligus korban dari ketidakadilan konsep pembangunan. Namun secara
sadar bahwa kaum perempuan berperan dalam menjaga keselarasan dan kelangsungan
kehidupan generasi kita selanjutnya. Lalu kenapa ketidakadilan selalu mengarah
kepada mereka?
Senin, 14 April 2014
Penyalahgunaan Narkotika di Kalangan Anak Muda
Narkoba bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi kita. Kita telah sering mendengar dan membaca berita tentang narkoba di media elektronik maupun media
cetak. Di Indonesia, peredaran obat terlarang ini sudah menjadi alah
satu permasalahan utama yang harus segera diatasi terutama di kalangan
anak muda. Meluasnya narkoba di Indonesia terutama di kalangan generasi
muda karena didukung oleh faktor budaya global. Ciri utama budaya
tersebut amat mudah ditiru dan diadopsi oleh generasi muda karena
sesuai dengan kebutuhan dan selera muda.
Menurut pakar kesehatan pengertian narkoba adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis. Narkoba dibagi dalam 3 jenis yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya.
Menurut Soerdjono Dirjosisworo mengatakan bahwa narkotika adalah “Zat yang bisa menimbulkan pengaruh tertentu bagi yang menggunakannya dengan memasukkan kedalam tubuh. Pengaruh tersebut bisa berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat dan halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan. Sifat-sifat tersebut yang diketahui dan ditemukan dalam dunia medis bertujuan dimanfaatkan bagi pengobatan dan kepentingan manusia di bidang pembedahan, menghilangkan rasa sakit dan lain-lain.
Narkotika digolongkan menjadi 3 kelompok yaitu :
1. Narkotika golongan I adalah narkotika yang paling berbahaya. Daya adiktifnya sangat tinggi. Golongan ini digunakan untuk penelitian dan ilmu pengetahuan. Contoh : ganja,heroin, kokain, morfin, dan opium.
2. Narkotika golongan II adalah narkotika yang memiliki daya adiktif kuat, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : petidin, benzetidin, dan betametadol.
3. Narkotika golongan III adalah narkotika yang memiliki daya adiktif ringan, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : kodein dan turunannya.
Narkoba bisa memabukkan karena seluruh saraf-saraf
dalam tubuh tidak berfungsi layaknyaorang normal sehingga orang yang
mengkonsumsi narkoba seperti orang gila.Apabila terlalu sering
menggunakan narkoba maka orang tersebut akan ketagihankarena
mengakibatkan ketergantungan terhadap obat-obatan itu. Cara
apapundilakukan oleh pemakai narkoba supaya bisa membeli narkoba,
seperti merampok,mencuri dan sebagainya. Oleh karenaitu dituntut adanya
peran serta dari berbagai pihak di Indonesia yang dapat
memeranginarkoba. Salah satunya konselor sebagai pendidik dilingkungan pendidikan juga dapat ikut berpartisipasidalam upaya memerangi obat-obatan terlarang tersebut.
Terdapatdua faktor penyebab anak muda menjadi pelaku penyalahgunaan narkotika, yaitu:
Penggunaan narkoba dapat menyebabkan efek negatif yang akan menyebabkan gangguan mental dan perilaku, sehingga mengakibatkan terganggunya sistem neuro-transmitter pada susunan saraf pusat di otak. Gangguan pada sistem neuro-transmitter akan mengakibatkan tergangunya fungsikognitif (alam pikiran), afektif (alam perasaan, mood, atau emosi), psikomotor (perilaku), dan aspek sosial.
Berbagai upaya untuk mengatasi berkembangnya pecandu narkoba telah dilakukan, namun hal ini selalu terbentur pada lemahnya penegakan hukum. Beberapa bukti lemahnya penegakan hukum terhadap kasus narkotika adalah sangat ringan hukuman bagi pengedar dan pecandu, bahkan minuman beralkohol di atas 40 persen (minol 40 persen) banyak diberi kemudahan oleh pemerintah. Sebagai perbandingan, di Malaysia jika kedapatan pengedar atau pecandu membawa dadah 5 gr ke atas maka orang tersebut akan dihukum mati.
Upaya penanggulangan penyalahgunaan narkotika dapat dilakukan melalui beberapa upaya pencegahan, sebagai berikut ini:
1. Pencegahan Primer (Primary Prevention)
Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali kelompok yang mempunyai resiko tinggi untuk meyalahgunakan NAPZA, setelah itu melakukan itervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA. Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak berusia dini, agar faktor yang dapat menghambat proses tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam upaya pencegahan ini antara lain: Penyuluhan tentang bahaya narkotika, Penerangan melalui berbagai media mengenai bahaya narkotika, Pendidikan tentang pengetahuan NAPZA dan bahayanya.
2. Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder dilakukan pada penyalahguna pada tahap coba-coba serta komponen masyarakat yang berpotensi menyalahgunakan narkotika. Kegiatan yang dilakukan pada pencegahan ini antara lain: Deteksi dini anak yang menyalahgunakan narkotika, Konseling, Bimbingan sosial melalui kunjungan rumah, Penerangan dan pendidikan pengembangan individu.
3. Pencegahan Tersier
PencegahanTersier Pencegahan ini dilakukan orang yang sedang menyalahgunakan narkotika dan yang pernah menyalahgunakan narkotika agar tidak kembali menyalahgunakan narkotika. Kegiatan yang dilakukan antara lain: Konseling dan bimbingan sosial kepada pengguna dan keluarga serta kelompok lingkungannya, Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi bekas pengguna narkotika.
Oleh: Nikodemus Niko
Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Tanjungpura
Menurut pakar kesehatan pengertian narkoba adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis. Narkoba dibagi dalam 3 jenis yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya.
Menurut Soerdjono Dirjosisworo mengatakan bahwa narkotika adalah “Zat yang bisa menimbulkan pengaruh tertentu bagi yang menggunakannya dengan memasukkan kedalam tubuh. Pengaruh tersebut bisa berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat dan halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan. Sifat-sifat tersebut yang diketahui dan ditemukan dalam dunia medis bertujuan dimanfaatkan bagi pengobatan dan kepentingan manusia di bidang pembedahan, menghilangkan rasa sakit dan lain-lain.
Narkotika digolongkan menjadi 3 kelompok yaitu :
1. Narkotika golongan I adalah narkotika yang paling berbahaya. Daya adiktifnya sangat tinggi. Golongan ini digunakan untuk penelitian dan ilmu pengetahuan. Contoh : ganja,heroin, kokain, morfin, dan opium.
2. Narkotika golongan II adalah narkotika yang memiliki daya adiktif kuat, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : petidin, benzetidin, dan betametadol.
3. Narkotika golongan III adalah narkotika yang memiliki daya adiktif ringan, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : kodein dan turunannya.
![]() |
| Katakan TIDAK Pada NARKOBA |
Terdapatdua faktor penyebab anak muda menjadi pelaku penyalahgunaan narkotika, yaitu:
- Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu seperti kepribadian, kecemasan, dan depresi serta kurangya religiusitas. Kebanyakan penyalahgunaan narkotika dimulai atau terdapat pada masa remaja, sebab remaja yang sedang mengalami perubahan biologik, psikologik maupun sosial yang pesat merupakan individu yang rentan untuk menyalahgunakan obat-obat terlarang ini. Anak atau remaja dengan ciri-ciri tertentu mempunyai risiko lebih besar untuk menjadi penyalahguna narkoba.
- Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar individu atau lingkungan seperti keberadaan zat, kondisi keluarga, lemahnya hukum serta pengaruh lingkungan.
Penggunaan narkoba dapat menyebabkan efek negatif yang akan menyebabkan gangguan mental dan perilaku, sehingga mengakibatkan terganggunya sistem neuro-transmitter pada susunan saraf pusat di otak. Gangguan pada sistem neuro-transmitter akan mengakibatkan tergangunya fungsikognitif (alam pikiran), afektif (alam perasaan, mood, atau emosi), psikomotor (perilaku), dan aspek sosial.
Berbagai upaya untuk mengatasi berkembangnya pecandu narkoba telah dilakukan, namun hal ini selalu terbentur pada lemahnya penegakan hukum. Beberapa bukti lemahnya penegakan hukum terhadap kasus narkotika adalah sangat ringan hukuman bagi pengedar dan pecandu, bahkan minuman beralkohol di atas 40 persen (minol 40 persen) banyak diberi kemudahan oleh pemerintah. Sebagai perbandingan, di Malaysia jika kedapatan pengedar atau pecandu membawa dadah 5 gr ke atas maka orang tersebut akan dihukum mati.
Upaya penanggulangan penyalahgunaan narkotika dapat dilakukan melalui beberapa upaya pencegahan, sebagai berikut ini:
1. Pencegahan Primer (Primary Prevention)
Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali kelompok yang mempunyai resiko tinggi untuk meyalahgunakan NAPZA, setelah itu melakukan itervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA. Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak berusia dini, agar faktor yang dapat menghambat proses tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam upaya pencegahan ini antara lain: Penyuluhan tentang bahaya narkotika, Penerangan melalui berbagai media mengenai bahaya narkotika, Pendidikan tentang pengetahuan NAPZA dan bahayanya.
2. Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder dilakukan pada penyalahguna pada tahap coba-coba serta komponen masyarakat yang berpotensi menyalahgunakan narkotika. Kegiatan yang dilakukan pada pencegahan ini antara lain: Deteksi dini anak yang menyalahgunakan narkotika, Konseling, Bimbingan sosial melalui kunjungan rumah, Penerangan dan pendidikan pengembangan individu.
3. Pencegahan Tersier
PencegahanTersier Pencegahan ini dilakukan orang yang sedang menyalahgunakan narkotika dan yang pernah menyalahgunakan narkotika agar tidak kembali menyalahgunakan narkotika. Kegiatan yang dilakukan antara lain: Konseling dan bimbingan sosial kepada pengguna dan keluarga serta kelompok lingkungannya, Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi bekas pengguna narkotika.
Oleh: Nikodemus Niko
Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Tanjungpura
![]() |
| Jenis-jenis NAPZA |
IBU
![]() |
| With Ibu Tersayang |
![]() |
| Ibu Tercinta :* |
'Uwak' begitu aku memanggil ibu ku. Dia adalah sosok perempuan yang tak bisa aku ceritakan dalam untaian kata dalam goresan ini. Namun, aku selalu memaknai setiap lantunan indah cerita tentang nya. Yah, aku ingin terus bercerita tentang nya. 21 tahun lalu ia yang bertaruh nyawa untuk menghadirkan ku ke dalam belahan bumi ini. Meski aku hanya mendengar cerita dari ayah, aku selalu percaya bahwa ibu ku adalah sosok perempuan mulia yang pernah aku ketahui.
Sedari aku kecil, sosok ayah jarang menemani kami di rumah. Ayah bekerja mencari nafkah jadi kuli di kota. Terkadang tiga bulan sekali pulang ke kampung. Keseharianku hanya ditemani sosok ibu. Ibu yang selalu temaniku saat keadaan apapun. Ibu bekerja membanting tulang membantu ayah, untuk kehidupan kami. Ibu yang mengajariku sabar, ikhlas dan selalu tetap bersyukur atas rejeki yang diberikan Tuhan. Meski serba kekurangan, seringkali hanya makan nasi putih di cacal garam, ibu tidak pernah mengeluh, sedikitpun. Aku sangat ingat waktu itu, sebungkus mi instan saja bisa kami makan dua sampai tiga hari. Meski aku tahu, ibu hanya dapatkan bagian kuahnya saja. Dia sering berkata bahwa dia sudah bosan makan mi instan, aku tahu bahwa ia sering berbohong demi aku. Untuk dapat melihatku tersenyum.
Dia selalu tersenyum untukku, tanpa beban. Padahal aku tahu, beban kami tidak cukup untuk menjadi alasan ia tersenyum. Dia lah yang mengajariku tegar tuk hadapi getirnya kehidupan. Meski aku masih terlalu belia untuk mengerti arti hidup dikala itu.
Yang terpenting dalam hidup aku, ibu adalah sosok pertama yang mengenalkan ku dengan 'Aksara'. Setiap kala senja mulai berganti pekat malam, ia pertama mengenalkan ku dengan huruf 'A', hingga aku hafal dan mengenal huruf 'Z'. Ibu ku bukanlah seorang yang pandai, ibu ku tidak tamat SD, ia hanya sempat mengenyam pendidikan terakhir di bangku kelas 3 SD. Tapi perjuangan nya sungguh tangguh. Jasa ibu tak akan pernah tergantikan oleh apapun dalam hidup aku. Aku berdiri hingga saat ini karena ibu. Tanpa ibu, aku bukanlah apa-apa.(jadi netes air mata).
Ibu, sosok yang selalu menjadi sumber kerinduan ku kini. Maafkan aku yang sering membuatmu khawatir. Maafkan aku yang akhir-akhir ini jarang memberi kabar. Sekarang aku ingin belajar mandiri, aku sudah bisa jaga diri dengan baik. Yang sayang ibu nya yuk kita bareng-bareng ucapkan dengan pelan dan gunakan hati. I LOVE YOU, MOM. FOREVER.
Pemilik Mimpi Kecil itu Seorang Pejalan Kaki
![]() |
| Sang Pemilik Mimpi Kecil |
Menelusuri sengat mentari. Tanpa jacket yang biasanya aku pakai. Kubiarkan tubuh ini terpancar dengan penuh sinar berkilauan. Panas, menyengat, mungkin itu yang aku rasakan. Namun tidak menyurutkan senyum yang hari ini aku temukan itu. Berjalan kaki menuju kampus, hal itu sudah terbiasa aku lakukan setiap ada kelas kuliah atau sekedar nongkrong di kampus. Bukan suatu beban, semua aku lakukan dengan penuh senyum. Meski di pontianak ini rasanya sangat sempit ruang untuk para pejalan kaki. Banyak hal yang aku jumpai, segala nya dapat menjadi sumber inspirasi ku untuk menulis sesuatu yang hanya sekedar iseng aku coretkan. Hingga ku tuliskan mimpi kecil untuk para pejalan kaki. Aku ingin pejalan kaki memiliki hak sama kayak pengendara motor atau mobil. Bahkan aku ingin ada jalan khusus bagi pejalan kaki. Ini aneh, bahkan konyol, aku bukan siapa-siapa, hingga aku hanya bisa menertawakan diriku sendiri.
Semenjak pertama kuliah (3,7 tahun lalu) aku sudah terbiasa mengayunkan langkah berjalan kaki menuju kampus. Meski banyak yang terkesan tidak mengenakkan, terkadang ada yang melihat-lihat seperti melihat orang gila, terkadang pula ada yang berbaik hati untuk memberikan tumpangan. Banyak hal yang aku temukan dalam perjalanan kala itu. Hingga masa nya aku tinggalkan jalan kaki untuk beberapa waktu. Namun kini hal itu aku temukan lagi, sekarang. Semangat yang dulu pernah pergi, kini kembali menghampiri relung jiwaku. Senyum tanpa rasa mengeluh pada ayah, pada ibu.
Aku terlahir bukan dari keluarga yang serba ada, aku terlahir dari ayah yang selalu mengajariku tegar menghadapi hidup, ibu yang selalu mengajariku tuk selalu tersenyum hadapi cobaan hidup. Aku miliki nenek yang selalu sayang dan mengajariku arti kehidupan, aku miliki adik yang selalu aku cintai, sayangi lebih dari mutiara semahal apapun di dunia ini. Keluarga yang aku miliki kini tak akan pernah ternilai harganya oleh apapun juga di dunia ini. Aku selalu punyai mimpi kecil untuk buat mereka selalu tersenyum, untuk selalu buat mereka bahagia. Bukan hanya itu, aku juga ingin membuat orang-orang yang berada didekatku selalu tersenyum, tanpa ragu menyayangi aku, seperti aku sayangi mereka tulus.
Langganan:
Postingan (Atom)




