Kamis, 06 April 2017

Surat Rindu untuk Mama


#Playlist: Guardian Angel
¶¶ Little baby up in heaven
Says to God “Do I really have to go?”
God replies “Yes, it’s your time to leave”
But don’t you worry, you won’t be there alone ¶¶
“Guardian Angel”—Leah West

Prolog: Hujan
Langit masih saja berselimut awan tebal. Gemuruh angin kencang mengajak pepohonan menari bersama. Daun-daun melambai diterpa butiran-butiran bening yang jatuh dari langit, basah. Kucoba menikmati aroma tanah yang menguap, sembari mengikuti irama hujan.

Minggu, 02 April 2017

Sensasi Literasi Thai Inspiration E-Library

Bagaimana kita menjelaskan tingkat literasi negara kita? Sedang hangat diperbincangkan 'melek literasi' yang ada di Indonesia. Pada hasil riset Programme for International Student Assessment tahun 2012 silam, menempatkan budaya literasi pada masyarakat Indonesia pada urutan 64 dari 65 negara yang di teliti di dunia. Negara kita menempatkan urutan terburuk ke-dua di dunia. Bahkan kalah dari negara Vietnam yang menempatkan urutan ke-20 kala itu. Tentu Thailand literasinya lebih baik. Bagaimana sih, perpustakaan yang ada di Thailand?

Pada perjalanan terdahulu, saya berkunjung ke Thai Inspiration E-Library; salah satu perpustakaan yang ada di Thailand. Letak perpustakaan ini ada di tengah kota Bangkok, satu gedung dengan ASEAN Cultural Gallery. Jika menginap di kawasan Khao San Road, sangat mudah ke perpustakaan ini. Cukup jalan kaki sekitar 10-13 menit saja. Letaknya pun tidak jauh dari Monumen Demokrasi.

Sabtu, 01 April 2017

Kemiskinan Perempuan di Perbatasan Indonesia-Malaysia


Tulisan ini tentang kemiskinan perempuan di wilayah perbatasan. Kemiskinan di Indonesia sudah menjadi isu yang berkepanjangan, dimulai semenjak masa penjajahan kolonial Belanda hingga masa teknologi modern kini. Penanganan berarti belum terlihat berdampak pada pengurangan kemiskinan, baik di tingkat lokal maupun tingkat nasional. Demikian pula di Kalimantan Barat yang merupakan wilayah strategis persinggahan antar negara seperti Malaysia dan Brunei Darusalam. Kemiskinan di Kalimantan Barat menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 401,51 ribu orang yang hidup dibawah garis kemiskinan (BPS, 2014), dimana jumlah kemiskinan lebih banyak dijumpai di wilayah pedesaan.

Apa Beda Pedofilia dan Gay?

Dua sahabat, sebut saja Ungkir dan Ingkir. Dua orang perantau gila yang jauh dari keluarga dan sanak saudara. Nggak ada duit, yang penting tetap ngobrol santai dan menikmati kopi sachet seharga seribu lima ratus.

Ungkir: “Woy, ing. Kau sudah baca berita yang anak di Jawa Barat itu jadi korban prostitusi gay?”

Ingkir: “Dih, Lo baca dimana ntu brita?”

Ungkir: “Aku baca di media onlen, si situ tertulis jelas kalau ada sembilan anak jadi korban gay. Kau kan gay, macam mana kau tidak tau issue ini!”

Rabu, 22 Maret 2017

Awareness Building Keberpihakan Kepada Petani Kecil


Nikodemus Niko
Mahasiswa Master Sosiologi—Universitas Padjadjaran
Ide ini disampaikan pada FGD kerjasama Pemkot Bandung, Pemkot Merauke dan Mata Garuda


Background
Pendekatan pembangunan daerah saat ini masih terkesan bersifat top-down, sedikit sekali implementasi pendekatan bottom-up. Semboyan “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat” masih jauh panggang dari api. Pada dasarnya masyarakat lokal memiliki kapasitas untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan (participatory development). Pendeketan sosio-kultural sudah seharusnya menempatkan masyarakat miskin dan masyarakat lemah (petani kecil) sebagai subjek/pelaku utama pembangunan. Pembangunan pertanian dalam rangka ketahanan pangan, masih direduksi ke dalam konteks ekonomi; padahal bisa saja dalam konteks sosial dan budaya.

Jumat, 03 Juni 2016

Ethnoecology

'Ethnoecology" emerged as that branch of the new ethnography which describes people's conceptual models of their environment. It is distinguished primarily by its subject matter, which includes classifications of plants (Berlin et al. 1974, Friedberg 1979), animals (Blumer 1957, 1967, Kesby 1979), land forms (Conklin 1967), and so on, and shares its methods and underlying premises with the broader field of 'cognitive anthropology' (Tyler 1969) to which it belong.

Source: https://inamuse.wordpress.com/2010/11/12/peralatan-sehari-hari-suku-wana-di-cagar-alam-morowali-1/ 

The frefix 'ethno-' is used to denote a field of knowledge defined from the viewpoint of the people being studied (Fowler 1977:216) and is similar in meaning to the term 'folk' (as in 'folk knowledge', 'folk model', 'folk medicine'). Thus, ethnoecology is a branch of 'ethnomedicine', 'ethnobiology' and so on. The use of the frefix 'ethno-' is essentially 'ethnocentric'; it impies that those bodies of knowledge not labelled 'ethno-', usually those generated by academic study in the 'western' tradition, are somehow privileged: 'Scientific knowledge, as we conceive it, has cross-cultural validity; ethnoscience, on the other hand, refers to knowledeg that is indigeneous to a particular language an culture' (Glick 1964:273).

Dimana Letak Kehadiran Negara?

Joko Widodo--Presiden Republik Indonesia
Source: http://gumilang.me/1302/profil-dan-biodata-joko-widodo-atau-jokowi/

“Kabinet Kerja” pada masa kepemimpinan Jokowi telah membangun citra positif bagi parlemen. Nawa Cita yang kemudian dibangun melalui elaborasi media massa, menempatkan kepemimpinan Jokowi di puji puja berbagai kalangan; mulai dari kalangan tukang sayur dan pemulung hingga kalangan elit. Pada prinsipnya, Nawa Cita membangun visi “menghadirkan kembali negara” dalam berbagai persoalan di negeri ini. Selain itu Nawa Cita juga membawa esensi “membangun dari pinggir”.
Permasalahan yang kemudian muncul yaitu, mengapa harus “menghadirkan kembali negara,” apakah selama ini negara tidak pernah hadir dalam mengatasi persoalan negeri? Menurut pandangan saya, tidak juga. Memang kehadiran negara saat kekuasaan rezim orde baru terepresentasi dalam tubuh militer, dimana terdapat hubungan yang tidak harmonis antara civil society dengan military society.