Senin, 08 September 2014

Lomba Karya Tulis Ilmiah (Tingkat Mahasiswa) Nasional 2014 HMJ AN Bekerjasama dengan Universitas Jenderal Soedirman



Himpuan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman merangkul pemerintah, swasta, masyarakat, terutama mahasiswa untuk turut berperan dalam menuntaskan masalah-masalah pedesaan serta mewujudkan pembangunan pedesaan yang berkeadilan dengan tema “Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Pembangunan Pedesaan yang Berkeadilan”. Lomba karya tulis ilmiah ini diharapkan dapat mendorong kreatifitas dalam menuangkan ide pikirannya dalam sebuah hasil karya tulis ilmiah yang menarik. Ada beberapa tema karya tulis ilmiah ini, adalah sebagai berikut: 
  1. Teknologi  : Inovasi teknologi bagi masyarakat desa yang praktis dan multifungsi
  2. Sosial Budaya : Nilai-nilai sosial budaya sebagai penguat kedaulatan rakyat
  3. Pendidikan : Inovasi pelayanan dan pemenuhan pendidikan bagi masyarakat pedesaan
  4. Ekonomi : Inovasi ekonomi bagi masyarakat desa yang murah dan berdaya saing
  5. Lingkungan : Pelestarian dan pemeliharaan ekosistem lingkungan pedesaan
  6. Pangan : Inovasi pemenuhan pangan bagi masyarakat luas
  7. Kesehatan  : Akses dan layanan kesehatan bagi masyarakat pedesaan

‘Anak Tiri’ Kampus


Oleh: Nikodemus Niko
Mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Tanjungpura

“Kapan sidang skripsi?” Setidaknya pertanyaan ini yang selalu terlontar dari teman-temanku saat di kampus. Cukup mengganggu memang, karena sudah semester 9 masih saja betah jadi penghuni kampus. Cukup malu juga dengan teman-teman se-angkatan (2010) yang sudah pada seminar bahkan mendapatkan gelar sarjana di ujung namanya. Dan juga malu dengan adik-adik tingkat yang tentu menganggap senior-seniornya cukup ‘tidak pintar’ dalam menempuh kuliah. Padahal bukan karena goblok kami masih berada di kampus, tapi karena bobrok yang masih saja bergelantungan bersarang di dinding-dinding kampus.

Kamis, 04 September 2014

Indonesia: Multilingualism Society




Nikodemus Niko
Age 21, Indonesia
Tanjungpura of University, West Kalimantan

Indonesia is my beloved country. My country known as multicultural society. Diverse culture in indonesia create wonderfulness for the world. Besides multicultural indonesia also multilanguage. Diversity of language use today is the key issue in the world. In the world of many multilingual communities than monolingual. because of the existence of multilingual will determine the viability of a multicultural society like in Indonesia. And with multi language resources and roles are easier to take in various areas of life.
The language spoken in indonesia in general, is the language of indonesia but every society we have the language of an area or a mother tongue that different. Indonesian language we got through formal education, while the language of an area or a mother tongue we are getting have been since birth. Indonesian children’s who are already going to school already be called as multilingual because they had already use some languages in part or all of.
Language regions in indonesia very much, even hundreds of the number. The ability to control some languages is something positive, by controlling more than a few subordinating someone will be easier interact with others. Ingeniousness speaking in a multilingual very dependent on an opportunity to use various language in life. The more opportunity and cleverness in various language will be properly formed.
Besides in indonesia still many countries who uses more than one language. In the countries listed in UN organizations, perhaps there are still many people who have yet to recognize the official languages of the UNITED NATIONS. For example in Indonesia, not many people know that Indonesia there are six official languages of the United Nations, namely the language United Kingdom, France, Russia, and Spain, Arabic and Chinese. As long as this community of lay society especially Indonesia only learned that the language used in the UN is English as working language.
Multilingual countries respond more development information and can determine a more comprehensive attitude towards their nation's progress. This fact can be connected with the theory of Sociolinguistics that multilingual has brought enlightenment in various fields such as trade, education, religion, politics and science and technology. How important and magnitude multilingual this positive impact.
In Indonesia the Community claimed to be able to use more than one or two languages. However, it is unfortunate because the dissemination of official language in the UN scanty unknown society. Mastering the various languages by individuals or a group of people is very necessary because of an increase in human resources and the quality of its activities in a globalized world cannot be separated from the role of multilingual. Hopefully the people in the world more aware of the significance of the multilingual in the International speaking. Especially for the six official languages in UNITED NATIONS organizations.

The Richness of the Earth's Equator



Nikodemus Niko
Age 22, Indonesia
Tanjungpura of University, West Kalimantan

I was born in a remote village. The village is far from the big city. Pejalu is the name of my village, located in the Earth’s Equator, West Kalimantan, Indonesia. There is no electricity flowing in my village. As night falls, my house just fill by pelita (kerosene lamp).

“Dayak Culture as a riches of Indonesia”

Theme: "The Power of Culture to Create a Better Future"
Title: “Dayak Culture as a riches of Indonesia”
By: Nikodemus Niko

Dayak is a native Borneo Island, Indonesia. Dayak ethnic group is divided into six large clumps that is: Kenyah,Ot Danum,Iban,Murut,Klemantan dan Punan. Dayak groups, divided into subcategories of which more or less amount to 405 sub tribes scattered across Borneo island. In West kalimantan, there are 151 Dayak sub-tribes and language. Although divided into hundreds of Dayak groups, they have a common characteristics of a distinctive culture. In west kalimantan an area customary dayak people of headed by a chief customary who leads one region dayak.

Orang itu Tetap Aku

By: Nikodemus Niko



Mengisi kosongnya malam ini, aku hanya bisa berdamai dalam lagu masa lalu yang pernah kamu putarkan kala bersamaku. Aku selalu memahami kesedihan yang kini datang silih berganti, namun aku selalu tersingkirkan saat bahagia itu mulai terlihat. Apakah aku selalu berlabuh di tempat yang salah? Sehingga kesedihan selalu menghampiriku. Mengapa kebahagiaan selalu terenggut oleh orang lain? Padahal aku selalu cukup tabah hadapi semua ini. Sabar dalam setiap kesakitan hati yang aku rasakan karena kamu. Iya, kamu yang tiada lagi kabar hingga kini. Atau bahkan menjadi temanmu pun aku tidak pantas? Entahlah!
Apa kamu tak mengerti? disini, aku selalu menantimu. Di hati ini aku benar-benar tulus menyayangimu. Namun, saat ini lelah telah mulai menghampiriku, haruskah aku mengendap-endap pergi, diam dan sunyi? Agar hati ini tak lagi berharap tentangmu. Agar rasa ini kan terbunuh oleh waktu yang entah kapan. Aku sudah teramat lelah dengan semua rasa semu ini. Aku sudah terlalu lelah dengan bahagia yang kuciptakan dalam kepura-puraan ini. Sejujurnya, aku sangat tersiksa karena merindukan mu. Aku sangat terluka saat tahu kau tak lagi sendiri (kini).
Aku mengerti mungkin ini bukan masaku untuk merasakan kebahagiaan atas ketulusan yang ku beri untuk cinta. Selalu saja orang yang kucintai pergi begitu saja, iya tanpa ia bisa tetap bertahan sebentar saja tuk pahami rasaku. Aku mempunyai sejuta rasa sabar untukmu. Kala kau sedih, sendu dan bimbang, datanglah padaku, bila kau butuh tempat tuk bersandar datanglah dan bersandarlah di hatiku (lagi). Mungkin kamu akan merasakan berartinya diriku setelah kamu tahu bertapa berartinya orang yang benar-benar tulus mencintiamu, dan orang itu masih tetap aku.

Ayat Cinta


A Cerpen
By: Aries Pena

 
Sore kini telah menjelang. Rintik hujan membawaku hanyut dalam cerita sore yang tak inginkan ku terlelap. Tapi nyanyian hujan seakan merayu ku untuk terpejam dalam sebuah mimpi. Iya, mimpi yang tak ku inginkan hadir kembali dalam hidupku. Dan aku... Aku tergoda dalam rayuan hujan yang benar-benar membawa mimpi itu hadir dalam kisah sore ini. Mungkin ini bukan kesalahan, atau bukan pula sebuah keinginan.