Selamat membaca tulisanku....
About Me
Aku adalah manusia biasa yang masih belajar menulis dari jalanan.
Mulai tahun 2020, aku akan buat ulasan-ulasan tentang paper ilmiah dengan bahasa santai.
Selamat membaca...
Selasa, 20 Agustus 2013
Curhat setahun lalu
Aku bahagia dengan keadaan ini, kata itu yang selalu aku sebut saat dia menyakitiku...
Ini adalah kesekian kalinya dia menyakitiku...
Tapi, aku selalu memaafkan nya...
Aku terlalu menyayangi nya Tuhan, ijinkan aku bersama rasa
yang bukan lagi milik aku ini....
Dia sudah milik orang lain Tuhan, aku hanya bisa mendoakan
nya dari jauh, semoga dia selalu bahagia bersama orang yang dia pilih untuk ia
sayangi, dan orang itu bukan aku Tuhan.....
Dia mengkhiananti cinta aku, cinta nya...
Kenapa ini terjadi padaku Tuhan???
Tidak pantaskah aku bahagia???
Terlalu sebentar senyum itu mengambang di bibir ini
Tuhan....
Terlalu sebentar bahagia itu menghampiri hidup aku Tuhan...
Dia memilih pergi meninggalkan ku...
Dia memilih pergi dari hidupku..
Dan dia memilih diri nya, orang yang lebih ia sayangi, dan
lebih mencintainya.,,
Kejarlah dia, cinta mu...
Aku sudah cukup bahagia disini bersama kebahagiaan mu...
Tiada malam tanpa air mata ini, tiada terlewatkan rintik
hujan mengiringi isak tangis ini...
Aku terluka Tuhan, aku benar-benar terluka...
Tak sanggup diri ini tuk mencoba bangkit, semua hanya semu,
semua menyakitkan Tuhan.....
Aku mencintai nya, dan aku harus terima kenyataan kalau dia
tidak mencintai ku.....
Dia tidak menyayangi aku................
Kuatkan aku, Tuhan,....
Ijinkan aku bersandar sejenak dalam pangkuan-Mu.....
Aku letih Tuhan, aku lelah...............
Senin, 19 Agustus 2013
Mereka Juga Manusia
Oleh: Nikodemus Niko
Mahasiswa Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik
Universitas Tanjungpura, Pontianak
Siapa Mereka?
Manusia adalah
mahkluk sosial, pada hakikatnya manusia
akan membentuk sebuah struktur ataupun sistem masyarakat yang akan melahirkan
standar nilai maupun norma yang akan menjadi pedoman hidup. Pada kenyataannya
interaksi di dalam masyarakat tidak pernah berjalan lancar tanpa adanya
pertentangan. Pertentangan ini terjadi karena adanya perbedaan kebutuhan setiap
orang. Dari segi kebutuhan tentunya masing-masing individu memiliki kebutuhan
yang berbeda-beda. Apabila kebutuhan individu tersebut bertentangan atau bahkan
mengancam kebutuhan individu lainnya, dapat dipastikan akan muncul konflik
antar individu untuk mempertahankan pemenuhan kebutuhan masing-masing.
Untuk menghindari pertentangan tersebut,
dibutuhkan suatu tatanan masyarakat yang mengatur interaksi antar individu yang
dinamakan norma sosial. Norma sosial lahir dari konvensi sosial untuk membantu
orang berperilaku baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Poverty and Education in the Indonesia-Malaysia Border
Essay By : Nikodemus Niko
Sociology Student at Social and Political Science Faculty
Tanjungpura of University, Pontianak
A. EDUCATION
The republic
of Indonesia is the largest archipelago in the world
comprising of 17.504 tropical islands, situated between the continents of Asia
and Australia as well as between Hindi Ocean and Pacific Ocean. West
kalimantan is one among the provinces bordering directly
by road to neighboring countries ( Malaysia ).There are five Regency and about nineteen
district directly adjacent to the Sarawak, namely Sambas Regency (Sub Paloh, Telok Keramat,
Galing, Sejangkung, Sajingan), Bengkayang (District of Seluas,
Ledo and Sanggau Ledo), Sanggau (District of Entikong, Sekayam, Beduai and Kembayan), Regency
Sintang (Districts of upper and Middle Ketungau), Kapuas Hulu (Sub Puring
Kencana, Badau, Empanang, Batang Lupar and Embaloh Hulu).The locals are
used to travel out into the Sarawak region although “THE RAT “to the left and
right of forest wilderness.
Border issues will never be liberated from Poverty And Education issues.I am the spotlight in this paper is
the District Border Entikong,District of Sanggau.The lack of attention to national and local government
resulted in various problems being piled up to the present. Lack of commitment
by the government to build a HUMAN RESOURCE weakness major in handling border
region.
Rintihan Hati
Oleh: Nikodemus Niko
Biarkan aku
sendiri disini........
Tanpa sesiapapun
bersama hati ini............
Perihnya cinta
yang ku rasakan............
Membuat hati ini
terluka dalam.............
Aku tak berdaya
lagi...........
Aku gak kuat
hadapi rindu.......
Yang terus
menyiksa ku............
Yang selalu
menyapaku......
Kala fajar mulai
membawa mentari pergi........
Baru kemarin kata
cinta itu terucap..............
Hati ini tak dapat
lagi tersenyum.........
Pedih..........
Merintih...........
Meratap kepergian
cinta..............
Rindu untukmu
Oleh: Nikodemus Niko
Kutulis rinduku
pada sehelai daun.............
Adakah kau
tunggu...........
Dengan seribu
ragu????
Berharap angin
menerpa nya kepada mu...........
Dingin malam
berbalur gerimis.............
Tertunduk ku dalam
khusuk...............
Mengiringi mu
dengan sisa-sisa do’a........
Disana engkau
sempurna..........
Terdiam dalam
kelambu malam yang terus membawa mu........
Ku tulis sekali
lagi rinduku..........
Pada sebongkah
batu............
Lalu, kubenamkan
pada dasar samudera..........
Berharap air laut
segera membekukan nya..............
Biar membiru abadi
untuk mu.............
Perih
Oleh:
Nikodemus Niko
Mengingat masa kau dan aku....................
Ia bernama “masa lalu”..........
Aku mencoba tinggalkan kenangan itu.............
Membiarkan semua berakhir...........
Semua ini menyakitkan ku...............
Sejujurnya ini bukanlah niat hati ku..........
Untuk tinggalkan semua tentang ku, tentang mu,
tentang kita..............
Hanya aku tak ingin lagi teteskan air mata
ini...............
Ini bukan salahmu...........
Aku yang terlalu bodoh mencintai mu...........
Maafkan aku........
Dan kini, biarkan ku terlelap bersama bayang rindu
mu........
Langganan:
Postingan (Atom)




