Rabu, 17 April 2013

Luka Indah



Oleh: Nikodemus Niko

Rasa itu telah beranjak pergi.........................
Meninggalkan luka yang pernah buat ku hancur...................
Waktu pun berangsur perlahan berganti.....................
Terang menyengat terganti hias gemintang................
Menyusut hari yang penuh lelah..................

Aku t’lah penat lalui waktu.........................
Waktu yang terus menggerogoti tentang mu.....................
Waktu yang tak ingin tinggalkan masa itu..................
Masa yang selalu menghantui kenangan.............................
Kenangan yang membuat ku jenuh..............................
Kenangan yang membuat ku rapuh.........................

Tak tahu lagi tempat hati bersandar..................
Langkah hati, kini t’lah lunglai.............
Ikutkan arah angin membawanya..........................
Terbang tak tahu arah landasan.....................

Terima kasih luka, cinta yang kau beri tak kan bisa ku hapus.....................................
Rasa yang kau curahkan, tak bisa sekejap terlupakan...........................
Dan luka ku selalu abadi selama nya.....................
Karena cinta mu..........................

Munafik

Oleh: Nikodemus Niko

Hari-hari ku lalui penuh rundung duka....
Tetesan bening selalu setia menemaniku....
Tak ada lagi hari esok untuk cinta ini....
Aku telah rapuh, lelah bersama rasa ini....
Cinta kini telah pergi...........

Tinggalkan aku bersama luka ini...
Biarkan ku menangis dalam perih....
Aku benci..........
Kenapa aku biarkan cinta ini tumbuh...
Kenapa cinta ini harus untukmu........

Tangis ini tak akan bisa mengubah apapun.....
Benci ini selalu menjadi ingatan ku.......
Menggerogoti masa saat ku bersama mu...........
Dan kini........
Tak ada lagi aku, kamu dan kita...........

kenangan terindah "Perfectly"



Yth. Sdr Nikodemus Niko

Dengan hormat,
Panitia Lomba Tulis Nasional 2013 dan Warta Himahi mengucapkan selamat atas keberhasilan Anda sebagai salah satu dari lima besar kategori B Lomba Tulis Nasional 2013 “Ketika Generasi Muda Berbicara Politik” yang bisa dilihat di http://lombatulisnasional2013.blogspot.com
Adapun untuk memenuhi persyaratan lomba ini, Anda diundang hadir dalam Workshop dan Talkshow “Ketika Generasi Muda Berbicara Politik” bersama sembilan orang finalis lainnya untuk mempresentasikan hasil tulisan Anda di hadapan juri dan mengikuti kegiatan workshop dan talkshow yang akan diselenggarakan:
Hari/tanggal    : Rabu, 17 April 2013
Pukul               : 09.00-selesai
Tempat            : Aula Lt. 8 Gedung 9 Universitas Katolik Parahyangan
                          Jl. Ciumbuleuit 94, Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Untuk konfirmasi kehadiran, silakan menghubungi Kattya Prasty Dwisepty (085718262992) paling lambat hari Senin, 9 April 2013 pukul 12.00. Apabila Anda tidak mengonfirmasi kehadiran, maka dianggap gugur dan akan digantikan oleh peserta yang lain dan tidak dapat diwakilkan.
Ditunggu kehadiran Anda di Unpar. Terima kasih.
Salam,


Panitia Lomba Tulis Nasional 2013





PERHATIAN:
1.      Waktu yang diberikan untuk presentasi adalah tiga menit. Tidak perlu menggunakan Powerpoint dan sebagainya.
2.      Harap berpakaian batik atau bebas tetapi sopan (Kemeja) dan bersepatu.
3.      Panitia Lomba Tulis Nasional 2013 hanya menanggung transportasi penjemputan dari bandara/travel ke Unpar dan penginapan dan sebaliknya. Di luar itu, bukan menjadi tanggung jawab panitia, termasuk transportasi ke Bandung dan sebaliknya, serta tempat menginap.
4.      Rekomendasi Panitia LTN adalah Wisma Unpar (022-2032800). Harga berkisar Rp.200.000-Rp.400.000,-
5.      Ini adalah undangan resmi Lomba Tulis Nasional 2013. Wajib dibawa pada saat acara (di-print), disertai dengan fotokopi identitas diri.

















Jumat, 05 April 2013

Halo Generasi Muda,
Terima kasih telah mengirimkan naskah Lomba Tulis Nasional 2013 ‘Ketika Generasi Muda Berbicara Politik’. Kami telah menerima 947 esai dari Medan sampai Jayapura. Adalah hal yang sangat mengagumkan bagi kami ketika kaum muda pun ingin berpartisipasi dan menyuarakan pendapatnya.
Dengan bangga dan rasa haru, Panitia LTN 2013 mengumumkan lima besar dari kategori A dan kategori B. Selamat untuk Generasi Muda yang berhasil dan sampai jumpa di Bandung!

Kategori A:
1.       Aileen Gabrielle – Ketika Sang Bungsu Ingin Berbicara (SMA Kr. Petra 1 Surabaya)
2.      Astri Rino Oktivasari – 2013 – Muda Tua Wajib Berpendapat (Kediri)
3.      Cynthia Astari – Ketika Remaja Berpolitik (SMA Negeri 1 Bogor)
4.      Giasinta Livia – Kita + Politik = Perubahan! (SMA Santa Ursula BSD)
5.      Ririn Aprianti Fidinillah – Perlunya Generasi Muda di Tengah Rumitnya Politik Masa Kini (Jakarta Barat)

Kategori B:
1.       Lilis Sulistyaningsih – Pemuda dalam Wajah Perpolitikan Indonesia: Is the Missing Dimension? (Universitas Gajah Mada)
2.      Milson Febriyadi – Dasawarsa Ketika Abad 21: Proyeksi, Peluang, dan Tantangan Pemimpin Politik Muda Indonesia (Universitas Indonesia)
3.      Nikodemus Niko – Generasi Muda Ujing Tombak Perubahan Bangsa (Universitas Tanjung Pura)
4.      Pramita Ayu Nurdia Ningrum – Adagium Pemuda Sebagai Integrasi Elemen Perubah (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
5.      Ria Mandasari – Saatnya yang Muda yang Beraksi (Prasetya Mulya)



PERHATIAN:
1.       Bagi para finalis 5 besar, silakan memeriksa e-mail dan surat undangan resmi dari Panitia LTN 2013.
2.      Urutan di atas bukan merujuk pada peringkat, melainkan susunan alfabetis.

Kamis, 04 April 2013

Penyesalan di Akhir Kisah




By: Nikodemus Niko
 


Langit mendung tak ditemani sinar mentari pagi ini tak menyurutkan semangat Farhan untuk mengarungi hari, melewati tugu digulist yang tepat berada di jantung Universitas Tanjung Pura Pontianak. Padatnya kendaraan membuat Farhan menurunkan kecepatan kendaraan roda dua yang selalu menjadi teman setianya dalam mengarungi dunia perkuliahan.
Farhan adalah anak seorang pejabat tinggi di bumi khatulistiwa ini. Farhan saat ini sudah menempuh akhir-akhir masa studi nya di jurusan Ilmu Sosiologi. Meski demikian dia adalah sosok yang tak terlalu dikenal banyak orang di kampus nya. Entah apa yang membuat nya bersikap tertutup. Bahkan teman dekatnya sekalipun tidak terlalu mengerti dengan sikap Farhan.

Novel Terbaru ku

Novel dengan judul Si Kumbang Pengibar Bendera Basah ini merupakan novel karya pertama ku........

Minggu, 17 Maret 2013

Letak Wajah Indonesia yang Terlupakan





Oleh: Nikodemus Niko
Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tanjung Pura, Pontianak.

Isu perbatasan tidak akan pernah terlepaskan dari isu pendidikan. minimnya perhatian pemerintah pusat dan daerah mengakibarkan berbagai permasalahan menjadi menumpuk hingga saat ini. Rendahnya komitmen pemerintah untuk membangun SDM menjadi kelemahan utama dalam menangani wilayah perbatasan.

Kalbar merupakan satu diantara propinsi yang berbatasan langsung melalui jalur darat dengan negara Jiran (Malaysia). Ada 5 kabupaten dan sekitar 19 kecamatan yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Antara lain: kabupaten Sambas (Kecamatan Paloh, Telok Keramat, Galing, Sejangkung, dan Sajingan Besar), Kabupaten Bengkayang (Kecamatan Seluas, Ledo dan Sanggau Ledo), Kabupaten Sanggau (Kecamatan Entikong, Sekayam, Beduai dan Kembayan), Kabupaten Sintang (Kecamatan Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah), Kabupaten Kapuas Hulu (Kecamatan Puring Kencana, Badau, Empanang, Batang Lupar dan Embaloh Hulu). Penduduk setempat sudah terbiasa melakukan perjalanan keluar masuk ke wilayah Sarawak meski hanya melalui jalan tikus dengan kiri-kanan hutan belantara.

Pada level lokal, permasalahan yang dihadapi oleh daerah perbatasan adalah berupa keterisolasian, keterbelakangan, kemiskinan, mahalnya harga barang dan jasa, keterbatasan prasarana dan sarana pelayanan publik (infrastruktur), rendahnya kualitas SDM pada umumnya, dan penyebaran penduduk yang tidak merata.

Dari beberapa hal tersebut yang perlu menjadi sorotan di wilayah perbatasan adalah kondisi pendidikan yang rendah. Secara teoritik pendidikan merupakan wahana yang paling ampuh untuk mengangkat derajat manusia dari keterbelakangan. Kondisi ini dapat terlihat dengan meningkatnya jumlah anak putus sekolah di wilayah perbatasan, mulai dari tingkat dasar hingga tingkat menengah atas. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya masih besarnya angka kemiskinan di wilayah perbatasan. Pendidikan yang mahal tak dapat kita pungkiri. Walaupun ada peraturan resmi pemerintah yang membebaskan siswa dari pembayaran uang sekolah, namun dalam kenyataannya mereka tetap saja dikenakan berbagai biaya dari pihak sekolah. Sehingga makin banyak orangtua yang tidak mampu membiayai pendidikan anaknya. Salah satu isi dari rancangan RPJM 2010-2014, adalah Peningkatan pelayanan pendidikan yang berkualitas. Namun, pada kenyataan di lapangan tidak seperti yang tertulis.

Sebagai mahasiswa ilmu sosial saya sangat menyayangkan sekali kondisi pendidikan di perbatasan yang seperti ini. Pemerintah daerah maupun pusat jangan hanya memandang sebelah mata, karena citra wajah Indonesia terletak